Kodam II/SWJ Akan Garap Lahan Tidur PTPN VII

0
155
Direktur PTPN VII
Direktur PTPN VII Doni P.Gandamihardja (kemeja batik) dan Kodam II/Sriwijaya Mayjen. Agus Suhardi salam komando

PALEMBANG—Iklim usaha bidang agro yang mengalami perlambatan menghambat investasi PTPN VII. Akibatnya, banyak lahan milik BUMN Perkebunan itu tidak tergarap maksimal, bahkan tidur. Melihat kondisi itu, Kodam II/Sriwijaya menjajaki kerja sama untuk menggarap lahan tidur milik PTPN VII yang berada di wilayah teritorial Sumsel, Lampung, dan Bengkulu.

Wacana kerja sama itu muncul spontan saat silaturahmi Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen. Agus Suhardi dengan Direktur PTPN VII Doni P. Gandamihardja, Rabu (12/8/20). Pertemuan yang berlangsung di Makodam II/SWJ Palembang itu berlangsung informal dan akrab. Namun, poin-poin strategis yang sangat prospektif tercetus saat itu.

Pada kunjungan itu, Doni didampingi Plt. Sekretaris Perusahaan Arif Syaifudin, Kabag Umum dan PKBL Yessy Plofesi, dan beberapa staf. Sedangkan Pangdam didampingi beberapa staf Kodam.

Ide kerja sama optimalisasi aset berupa lahan yang belum tergarap oleh PTPN VII itu muncul dari Pangdam. Mayjen Agus Suhardi mengatakan, dalam fungsi pembinaan teritorial, TNI memiliki area gerak yang luas bersinergi dengan masyarakat. Dalam hal ini, setiap potensi yang ada di TNI sedapat mungkin bisa dimaksimalkan untuk menyokong program pemerintah.

Dalam beberapa kesempatan, kata Pangdam yang baru tiga bulan menjabat itu, TNI mendukung program ketahanan pangan nasional. Seluruh resources yang ada pada TNI, kata dia, dikerahkan untuk membantu, memelihara, bahkan berprakarsa melakukan kegiatan penanaman tanaman pangan.

“Kami punya resources untuk bekerja sama dengan parapihak, terutama dalam program ketahahan pangan. Di beberapa tempat, kami membuka lahan untuk menanam palawija seperti jagung dan sebagainya. Nah, PTP (PTPN VII) ini kan banyak lahan yang belum sempat digarap. Kita kerja sama saja, nanti TNI yang menggarap,” kata jenderal kelahiran Palembang berusia 55 tahun itu.

Lebih lanjut, jika tercapai kesepakatan, Agus Suhardi berharap ada kontrak kerja sama yang dilakukan secara profesional antar lembaga milik negara ini. Ia mengatakan, jika dimungkinkan, kerja sama ini bisa berlangsung dalam jangka yang cukup leluasa  agar bisa saling menguntungkan.

“Kalau bisa, ya jangka waktunya 14 tahun, gitu. Biar sama-sama enak. TNI sudah dapat hasilnya. Setelah itu, kalau PTPN VII sudah sehat dan mau ambil kembali, ya silakan,” kata dia.

Direktur PTPN VII Doni P.Gandamihardja (kemeja batik), Sekretaris Perusahaan Arif Syaifudin Zuhri, Kepala Bagian Umum dan PKBL Yessy Flofesi, Pangdam II SWJ Mayjen Agus Suhardi beserta jajaran foto bersama

Menanggapi ide itu, Doni P. Gandamihardja merasa surprised. Ia mengaku sangat setuju dengan gagasan kerja sama TNI yang akan memaksimalkan fungsi lahan kosong milik perusahaan. Ia mengakui, saat ini perusahaan sedang dalam kondisi kurang sehat untuk melakukan investasi peremajaan tanaman baru. Sementara, lahan yang tidak tergarap dan kosong cukup riskan dari sisi keamanan aset.

“Saya pikir, ini adalah usulan sangat baik. Kerja sama antar lembaga negara dalam rangka optimalisasi potensi dan resources sangat penting. Sementara kami belum bisa memaksimalkan fungsi aset, TNI bisa memanfaatkan sekaligus menjamin kemanan aset kami,” kata dia.

Doni menyampaikan apresiasi atas wacana ini. Dia berharap, pada pembaruan kontrak kerja pengamanan aset pada Oktober 2020, konsep kerja sama pemanfaatan aset ini sudah bisa lebih konkret.

“Kami akan segera tindak lanjuti dengan pendataan aset mana yang bisa kita kerja samakan. Saya berharap, pas kita tanda tangan perpanjangan kerja sama pengamanan aset pada Oktober 2020, konsep ini sudah ada. Sebab, ini sangat konstruktif dan masing-masing bisa mengambil manfaat,” tambah dia. (HUMAS PTPN VII)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here