Komisaris PTPN VII: Optimalkan Aset dengan Kreatif

0
79
Komisaris Utama PTPN VII Nurhidayat didampingi SEVP Operation II Dicky Tjahyono saat meninjau pantai Teluk Nipah Afd.Kalianda

KALIANDA—Memandang laut Teluk Nipah dari atas bukit PTPN VII Afdeling Kalianda, Nurhidayat, Komisaris Utama PTPN VII berdecak-decak kagum, Kamis (2/7/2020).

Pada kunjungan perdana setelah dilantik menjadi komisaris di PTPN VII pada 9 Juni 2020 lalu. Mantan Direktur Pelaksana PTPN III Holding ini meminta manajemen untuk mengoptimalkan aset yang ada dengan kreatif.

Keindahan Teluk Nipah yang berada di Selat Sunda dan berhadapan langsung dengan Pintu Tol Sidomulyo, menurut pria kelahiran Pagar Alam, Sumsel ini sebagai prospek yang sangat baik. Ia menilai, bibir laut dengan pasir putih dan kontur alam menakjubkan itu bisa menjadi ladang pendapatan perusahaan ke depan.

“Ini pantai bagus sekali. Manajemen mesti meng-create untuk bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan aset yang kita miliki. Saya kira, ini adalah pintu untuk kita berpikir lebih luas, bukan terpaku kepada core business saja. Ini bisa menjadi masa depan PTPN VII,” kata dia mengawali kunjungan maraton lima hari ke depan.

Nurhidayat sengaja menempuh jalur darat dari Jakarta untuk bisa langsung singgah di salah satu aset PTPN VII ini. Ia disambut Senior executive Vice President (SEVP) Operation II Dicky Tjahyono yang didampingi Kabag Tanaman Wiyoso, Kabag SPI Agus Faroni, Kabag Teknik dan Pengolahan Ary Askari, Sekretaris Perusahaan Arif Syaifudin Zuhri dan Manajer Unit Bergen Ahmad Nur Wibowo.

Kebun Afdeling Kalianda seluas 875 hektare yang ditinjau Nurhidayat berupa kebun karet. Namun, pada areal yang terpisah sekitar 45 kilo meter dari kebun induknya itu masih ada sisa puluhan pohon kelapa hibrida. Tanaman kelapa itu adalah sisa dari diversivikasi tanaman yang pernah dilakukan sebelumnya.

Kunjungan Komut PTPN VII Nurhidayat
Komisaris Utama PTPN VII Nurhidayat mengunjungi afdeling Kalianda Unit Bergen

Selain berisi tanaman, kandungan perut bumi lokasi itu terdapat batu basal hitam. Batu yang sangat baik untuk bahan beton bangunan ini dieksploitasi oleh anak perusahaan PTPN VII, yakni PT Optima Nusa Tujuh (ONT).

Salah satu potensi yang sangat menjanjikan ke depan adalah keberadaan pantai Teluk Nipah. Nurhidayat menyampaikan dalam kondisi saat ini manajer unit diharapkan dapat melihat peluang bisnis dan menyampaikan kepada manajemen. Jika belum bisa dimanfaatkan secara maksimal dengan fasilitas tertentu dan manajemen modern, manajer harus berani melakukan terobosan dengan kebijakan antara. Tentunya dengan kajian bisnis dan pelaporan yang sebenarnya.

Menanggapi hal tersebut, Dicky Tjahyono menyampaikan langkah langkah yang telah dilakukan manajemen saat ini dalam rangka menyelamatkan perusahaan. Ia menyebut aset berupa alam indah di Afdeling Kalianda ini menjadi salah satu yang sudah diendors manajemen untuk dikerjasamakan menjadi resor wisata. Namun, dalam kondisi perusahaan sedang kurang memungkinkan, manajemen sedang fokus kepada penyelamatan perusahaan.

“Banyak program optimalisasi aset yang sudah kita rintis, seperti Teluk Nipah ini. Tetapi, kami sedang fokus penyelamatan perusahaan dengan menggali dan meningkatkan produksi dan produktivitas unit kerja,” kata dia.

Selain meninjau kebun karet, Nurhidayat juga melihat penambangan batu yang dilakukan PT ONT. Ia meminta semua anak perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan pendapatan untuk menyokong induk perusahaan.

Menurut agenda, Dewan Komisaris yang terdiri dari Nurhidayat (Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen) didampingi dua komisaris lainnya, yakni Mahmud dan R. Wiwin Istanti akan roadshow ke unit-unit wilayah Lampung. Setelah rapat dengan Direksi di Kantor Direksi, Jumat (3/7/20), rombongan akan menuju Unit Kedaton, Unit Bergen, Unit Tulungbuyut (ketiganya komiditas karet). Lalu, ke Bungamayang, kebun tebu dan pabrik gula putih yang dikelola PT Buma Cima Nusantara (BCN), anak perusahaan PTPN VII. (HUMAS PTPN VII)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here