Buka Giling, PT BCN Target Produksi 104 Ribu Ton Gula

0
36
Direksi PTPN VII Doni P. Gandamiharja
Direksi PTPN VII Doni P. Gandamihardja (2 dari kanan) SEVP Operation II Dicky Tjahyono, Direktur Utama PT. BCN Putu Sukarmen (3 dari kanan), Sekretaris Kabupaten Ogan Ilir Herman

OGAN ILIR—Dengung sirine dari Pabrik Gula Cinta Manis di Desa Lubuk Keliat, Kecamatan Tanjungbatu, Ogan Ilir, Sumsel, Sabtu (6/6/20) menjadi penanda dimulainya proses giling tebu di PT Buma Cima Nusantara (BCN). Anak perusahaan PTPN VII yang mulai produksi gula putih tahun 2020 ini dengan seremoni sederhana menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Hadir pada acara itu, Direktur PTPN VII Doni P. Gandamihardja, Sekkab Ogan Ilir Herman, Senior Executive Vice President (SEVP) Operation II PTPN VII Dicky Tjahyono, Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi, Dandim OI Letkol. Zamroni, dan sejumlah camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat sekitar perusahaan. Sebagai tuan rumah, Direktur PT BCN Putu Sukarmen didampingi para manajer dan para pejabat utama.

Dalam acara tersebut, Direktur PTPN VII Doni P. Gandamihardja menyampaikan sambutan singkat. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah setempat, warga sekitar, dan karyawan PT BCN atas terlaksananya giling tahun 2020. Direktur yang baru dua pekan bertugas itu merasa bersyukur pada awal karirnya di PTPN VII disambut dengan musim panen pada komoditas gula.

Diminta komentarnya usai acara, Sekretaris Kabupaten Ogan Ilir Herman menyatakan dukungannya kepada PT BCN untuk terus berjuang menjalankan usahanya di Ogan Ilir. Ia mengatakan, sejak dibuka pada 1984, PG Cintamanis terus beroperasi meskipun dengan berbagai hambatan, termasuk kendala eksternal. Namun, keteguhan perusahaan milik negara untuk terus menjalankan usaha di daerah ini adalah bagian penting dari pembangunan daerah.

Ia mengakui, PTPN VII adalah dinamisator dan gairah ekonomi warga sekitar dan juga wilayah teritorial. Hal ini terbukti, keberadaan perusahaan yang mempekerjakan warga sekitar adalah bentuk nyata bahwa PTPN VII adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembangunan bangsa.

“Kita tahu PTPN VII ini sudah berdiri di sini (Ogan Ilir) sejak 1984. Artinya sudah 34 tahun perusahaan ini menjadi penyokong ekonomi masyarakat sekitar. Kita bisa bayangkan, bagaimana daerah ini kalau PTPN VII tidak membuka kebun di sini,” kata dia.

Oleh karena itu, Herman mewakili Pemerintah daerah dan warga sekitar menyampaikan terima kasih kepada perusahaan. Ia juga meminta BUMN ini terus meningkatkan kinerja sehingga bisa menjadi perusahaan yang maju dan berkembang. Imbas positif dari kemajuan PTPN VII, kata dia, pasti akan meningkat pula kontribuusinya bagi masyarakat dan Pemda.

Inspeksi

Direksi PTPN VII Doni P. Gandamihardja
Direktur PTPN VII Doni P. Gandamihardja memeriksa pengecekan kadar sukrosa pada tebu

Sebelum acara buka giling, Direktur PTPN VII Doni P. Gandamihardja didampingi Direktur PT BCN Putu Sukarmen dan SEVP Operation II PTPN VII Dicky Tjahyono meninjau kebun dan kesiapan pabrik. Doni mengatakan, meskipun kondisi tanaman tebu belum maksimal seperti yang diharapkan, pihaknya sangat optimistis musim giling 2020 ini bisa mencetak laba.

Secara detail dan sampai ke pengecekan kadar sukrosa dalam beberapa sampel tebu yang diambil secara acak, Doni meminta jajaran untuk memaksimalkan hasil berupa gula kristal. Meskipun modal awal adalah batang tebu (on farm), Doni mengaku peranan off farm (dari proses tebang, muat, angkut, dan giling di pabrik) sangat menentukan.

“Kita punya tebu yang cukup baik, tetapi tidak istimewa. Kita tetap bersyukur sembari memperbaiki untuk musim tanam tahun depan harus lebih baik. Nah, dengan tebu yang cukup baik ini, off farm atau pabrik harus baik juga. Upayakan semaksimal mungkin supaya modal dasar kita yang ada ini out put nya maksimal, rendemen tinggi, dan kualitasnya terjaga baik,” kata dia.

Doni juga menginspeksi kesiapan pabrik berkapasitas 5.500 ton cane per day (TCD) itu. Didampingi SEVP Operation II Dicky Tjahyono, Doni memeriksa hampir seluruh perangkat fase. Mulai dari loading ramp, power house, boiler yang digerakkan dengan bahan bakar bagas kombinasi wood chips, hingga kesiapan kolam limbah.

Dicky mengatakan, untuk musim giling tahun 2020 ini dua pabrik milik PT BCN jauh lebih siap operasional dibandingkan sebelumnya. Untuk di Unit Cintamanis, kata dia, heavy duty hammer shredder (HDHS, alat pencacah tebu) yang pada tahun sebelumnya tidak berfungsi maksimal, tahun ini sudah mendapat penggantian. Dan untuk PG Bungamayang, power house baru sudah didatangkan untuk mendukung kelancaran giling tahun ini.

Sementara itu, Putu Sukarmen yang menjadi person in charge pada persiapan buka giling 2020 ini memasang target sangat optimistis. Dari dua pabrik gula yang dikelola (Cintamanis dan Bungamayang), kata dia, pihaknya menguatkan pencapaian pada angka 104 ribu ton gula putih kristal.

“Kami akan bekerja keras untuk mencapai target 104 ribu ton gula itu dengan berbagai strategi. Antara lain, perbaikan di tanaman, pabrik, efisiensi dengan zero residu (tidak menggunakan bahan bakar minyak), dan optimalisasi lainnya. Kami akan giling selama 140 hari dengan perkiraan pendapatan Rp1,1 triliun secara keseluruhan,” kata dia.

Putu menjelaskan, setelah PG Cintamanis, pihaknya akan segera menyiapkan buka giling 2020 untuk PG Bungamayang. Rencananya, pabrik dengan kapasitas terpasang 7.500 TCD itu akan dilakukan steam test pada 19 Juni dan akan memulai giling pada 24 Juni 2020.

Standar Protokol Pandemi

Pada pelaksanaan musim giling 2020 yang sedang kondisi darurat coronavirus desease (covid-19), PT BCN mendapat sedikit kendala untuk mendatangkan tenaga kerja borong tebang tebu. Putu Sukarmen mengatakan, selama ini tenaga borong sebagian besar dimobilisasi dari Pulau Jawa. Namun, karena terjadi pandemi corona, tahun ini pihaknya mempersiapkan tenaga lokal dan penambahan traktor pemanen mekanik (cane harvester).

Pada PG Cintamanis, pihaknya mempekerjakan 3.600 orang lebih tenaga kerja borong yang bekerja di kebun sebagai penebang tebu, tenaga muat, dan angkut. Meski mereka warga lokal, PT BCN tetap menerapkan standar protokoler pandemi yang ketat sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Mantan Kepala Divisi Tanaman Semusim pada PTPN Holding ini menyebut, pihaknya memeriksa semua pekerja borong tersebut secara teliti. Para pekerja, kata dia, hanya boleh memasuki areal kebun dari 12 pintu yang ada. Dan pada pintu-pintu tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh, mewajibkan cuci tangan, dan penyemproten hand sanitizer.

“Semua pekerja, termasuk tenaga borong tebang wajib pakai masker, periksa suhu tubuh, cuci tangan, atau semprot hand sanitizer. Untuk memenuhi standar protokol ini, kami membeli 54 termogun (alat pengukur suhu), menyediakan puluhan titik kran lengkap dengan air dan sabun, sarung tangan, dan ribuan masker,” kata dia.

Anak Bali kelahiran Lampung Timur itu menambahkan, sebagai perusahaan milik Negara, pihaknya berupaya menjadi pelopor pelaksanaan kebijakan pemerintah. Terlebih, kata dia, dua pabrik yang dikelola PT BCN memperoduksi gula yang merupakan produk konsumsi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. (HUMAS PTPN VII)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here