PTPN VII Angkat Dua Pejabat Baru

0
202
Reposisi
Direktur Utama PTPN VII M. Hanugroho (samping kiri) menyerakan SK Pengangkatan kepada Moehammad Baasith

BANDAR LAMPUNG (mediaagro7.com)—Dua orang unsur pimpinan di Lingkungan PTPN VII mendapat promosi jabatan. M. Syafi’i Ritonga yang sebelumnya memimpin Pabrik Karet Unit Pematang Kiwah (Pewa, Natar) dipromosikan menjadi Manajer Unit Talopino, Bengkulu. Sedangkan Moehammad Baasith yang sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt.) Kabag. Manajemen Kinerja Korporasi (MKK) di Kantor Direksi mengisi jabatan yang ditinggalkan Syafi’i di Pewa.

Rotasi ini dilakukan karena Unit Talopino mengelola kebun dan pabrik kelapa sawit ditinggalkan Yarnis Alisyahbana sebagai manajer yang memasuki Masa Bebas Tugas (MBT) sejak 1 April 2020. Unit Talopino yang mengoperasikan pabrik kerja sama olah (KSO) dengan pihak swasta membutuhkan perhatian khusus.

Pengangkatan pejabat baru ini dipimpin Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho di Ruang Rapat Utama Kantor Direksi, Rabu (15/4/20). Hadir, Direktur Operasional Husairi, Sekretaris Perusahaan Okta Kurniawan, Kabag Satuan Pengawas Internal (SPI) Agus Faroni, dan Mewakili Kabag Sumber Daya Manusia (SDM) Audy Temata.

Pelantikan juga dilanjutkan dengan acara serah terima jabatan. Dalam pengarahannya, Direktur Utama Muhammad Hanugroho mengatakan, dalam situasi kerja tidak normal akibat Covid 19, keberadaan person in charge (PIC) pada semua jabatan sangat urgen. Ia menyebut, situasi ini mengharuskan setiap kebijakan tidak boleh ada hambatan, apalagi hanya karena birokrasi.

“Kondisi ini yang dibutuhkan adalah kecepatan mengambil sikap. Sebab, jika terlambat sedikit, efek dominonya akan sangat panjang. Oleh karena itu, semua jabatan harus segera terisi dan on the spot, berada pada posisi dan siap dengan segala tugasnya,” kata dia.

Syafei
Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho (samping kiri) menyerahkan SK pada Syafei Rotinga

Meskipun demikian untuk mengangkat dan menempatkan pejabat baru tetap mempertimbangkan kemampuannya. Pada level manajer dimana jumlah karyawan yang akan dipimpin cukup banyak, kata dia, kompetensi teknis pada satu bidang saja belum cukup.

“Seorang pimpinan unit dengan beberapa bidang teknis di bawahnya harus kuat di unsur manajerial. Kompetensi teknis satu bidang saja tidak cukup, sebab ia akan memimpin satu tim besar dengan multi bidang. Dan saya yakin, Pak Syafi’i dan Pak Baasith mempunyai kapasitas leadership itu,” kata Oho, sapaan akrabnya.

Lebih teknis, Oho meminta pejabat yang dilantik segera bekerja untuk mengakselerasi kinerja perusahaan. Lebih khusus untuk Manajer Talopino, Dirut mengingatkan untuk menjalankan tugas dengan profesional dan terukur.

Pihak ketiga dalam KSO di Talopino, kata dia, membutuhkan kepiawaian manajerial dan komunikasi internal dan eksternal.

“Di Unit Talopino ini pabrik kita KSO dengan swasta. Jadi, pastikan semua berjalan sesuai kesepakatan dan jalin komunikasi yang akan saling menguatkan kepercayaan. Sebab, bahan bakunya dari pembelian TBS (tandan buah segar) kelapa sawit dari masyarakat. Jadi, harus sangat teliti,” kata dia.

Lebih dari itu, Oho mengingatkan agar lahan kebun kelapa sawit di Unit Talopino yang hanya sekitar 500 hektare tetap digali produksinya. Lahan yang tidak luas, kata dia, dengan perawatan intensif akan jauh lebih produktif dari pada yang luas. Kita harus optimalkan,” tambah Dirut millenial ini.

Kepada Yarnis Alisyahbana yang memasuki masa bebas tugas (MBT), Hanugroho mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya di PTPN VII. Sebelumnya, perempuan kelahiran Bengkulu ini pernah menjabat sebagai sekretaris perusahaan PTPN VII. Lalu, menjadi Kepala Kantor PTPN VII Perwakilan Bengkulu, dan mengakhiri tugas sebagai Manajer di Unit Talopino.

Sementara itu, Direktur Operasional Husairi memberi arahan agar dua unit kerja yang hari ini diisi jabatan pimpinannya bisa mencetak kinerja terbaik. Ia mengatakan, KSO Pabrik Kelapa Sawit Talopino cukup berhasil dan menjadi model kerja sama yang bisa dipakai di unit lain. Demikian juga dengan Pabrik Karet Pewa yang tidak punya kebun karet, tetapi memiliki kinerja yang baik.

“Dua unit ini adalah model bisnis di korporasi yang kompetitif. Dua-duanya punya pabrik tapi tidak punya kebun. Dua-duanya mengandalkan pembelian. Oleh karena itu, keberhasilannya sangat ditentukan dari kinerjanya. Terus berkreasi dan berinovasi, serta tingkatkan kedispilinan karyawan,” kata Husairi. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here